Udah lama juga gak posting disini, jadi kangen pengen nulis. Udah lama juga gak ada bahan buat jadi tulisan, akhirnya cerita pengalaman aja. Pengalaman yang aku rasain ini adalah salah satu yang mengingatkanku pada sesosok figur, yaitu figur orang tua khususnya ayah. Sebnernya kejadian ini udha lama sih, tpai baru aku tulis sekarang. Pada waktu itu tepatnya sepulang dari tempat kerja aku mencari makan di daerah p*cang Surabaya. Pada malam itu ternyata hujan lebat banget akhirnya kami memutuskan untuk naik mobil aja daripada kehujanan. Setelah hampir setengah jam perjalanan akhirnya sampai juga di daerah tersebut. Daerah tersebut memang daerah yang banyak orang jualan nasi pada malam hari, meskipun mahal akhirnya terpaksa makan disitu..:(

Kemudian kami pun memesan satu porsi rawon dan juga teh hangat. Dingin juga waktu itu, mana hujan angin pula. Stelah beberapa waktu makanan kami pun datang. Kami mengobrol santai sambil disela sela suara hujan angin yang lebat. Setelah makan kami seperti biasa cangkruk dahulu sambil nunggu hujan reda. Setelah menyantap makanan dan minuman akhirnya kami membayar makanan kami. Kami pun menghampiri pak tukang makanan tersebut. Disini aku merasakan ada yang aneh yang membuat hatiku berdegup. Selang beberapa waktu kami membayar tiba tiba ada seorang bapak bapak tua yang naik sepeda motor yang memesan sebuah makanan. Bapak tersebut mengendarai sepeda motor tanpa memakai jas hujan, mungkin aku pikir bapak tersebut makan buat beliau sendiri. Namun ternyata makanan tersebut dibungkus dan dibawa pulang...!!

Hatiku berdenyut miris melihat bapak tersebut, aku sendiri juga gak tau buat apa atau siapa yang akan memakan bungkusan tersebut. Mungkin buat anaknya atau istrinya yang pasti aku melihat tampang bapak tersebut sangatlah kuat. KEtika beliau membayar juga bapak tersebut mengeluarkan bungkusan kresek dari dalam jok motornya, ternyata dompetnya pun dimasukkan ke dalam kresek tersebut agar tidak basah, bener bener miris aku melihatnya..:( :(

Setelah melihat bapak tersebut aku jadi inget ayahku di kampung halaman, mungkin seperti itu pengorbanan sesok ayah yang gak mungkin kita ketahui karena memang mereka melakukannya tulus ikhlas, Semoga kita semua bisa menghargai dan menghormati apa yang telah ayah kita lakukan..
DO the best for the,,,:D

1 comments Blogger 1 Facebook

 
Ardi Mahardika © 2013. All Rights Reserved. Share on Blogger Template Free Download. Powered by Blogger
Top